Jump menu

Main content |  back to top

News and Media Releases

Sembilan Tim Mahasiswa dari Asia Menangkan Tantangan Merancang Kendaraan Masa Depan

Dua anugerah "Off-Track" baru di Shell Eco-marathon Asia 2013 dimenangkan oleh tim Indonesia

 

Tahun ini, sembilan tim dari 130 peserta dari seluruh Asia dan Timur Tengah telah terpilih untuk mendapatkan penghargaan Off-Track khusus sebagai bagian dari kompetisi tahunan yang memberi tantangan bagi mahasiswa untuk merancang dan membangun kendaraan masa depan yang hemat bahan bakar.

Shell Eco-marathon Asia merupakan acara tahunan yang sejak tahun 2010 diselenggarakan di sirkuit internasional Sepang, Kuala Lumpur.  Tahun ini, kompetisi On-Track (di lintasan sirkuit) dibatalkan untuk menghindari resiko dampak negatif pada kesehatan dan keselamatan dikarenakan adanya kabut asap yang menyebabkan kualitas udara yang naik-turun.  Meskipun demikian, Shell tetap memberikan penghargaan pada tim-tim yang telah berpartisipasi dan mengumumkan anugerah Off-Track yang bernilai total USD 27,500 (duapuluh tujuh ribu lima ratus dollar AS).

Tim-tim yang menang dipilih berdasarkan proposal tertulis yang dikirimkan untuk kategori sebagai berikut: Desain, Inovasi Teknis, Komunikasi, dan Desain Ramah Lingkungan  (Design, Technical Innovation, Communications, and Eco-friendly Design) yang masing-masing berhadiah sebesar USD 3,300.

Tahun ini, ada dua penghargaan Off-Track yang baru, yaitu The Student Energy Challenge: A Look into the Future dengan hadiah senilai USD 5,000 serta Shell Helix Tribology Award dengan hadiah senilai USD 3,300. The Student Energy Challenge Award menantang para mahasiswa untuk berbagi pikiran mengenai bagaimana dunia dapat memenuhi permintaan energinya, dalam bentuk infografis, sementara The Shell Helix Tribology Award dimulai tahun ini untuk menginspirasi para mahasiswa dalam mempertimbangkan penggunaan pelumas dalam meningkatkan kinerja efisiensi bahan bakar mesin kendaraan yang mereka bangun untuk Shell Eco-marathon.

Dua tim dari Indonesia berjaya di kedua Penghargaan Off-Track baru ini, yaitu Tim Rakata dari ITB (Institut Teknologi Bandung) yang memenangkan  Energy Challenge Award serta Tim ITS 2 (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) yang meraih Shell Helix Tribology Award.

Infografis Tim Rakata ITB

Infografis Tim Rakata ITB

Shell Eco-marathon Technology & Student Liaison Manager, Norman Koch, mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih pada semua pemenang, juga semua tim yang berpartisipasi dalam kompetisi tahun ini atas kerja kerasnya selama berbulan-bulan dalam menyiapkan kendaraan mereka. Proposal-proposal tertulis yang kami terima tahun ini sangat mengesankan, dan saya yakin mereka semua akan dapat meneruskan semangat dan dedikasi mereka kembali ke lintasan SEM saat kami menyambut mereka di acara SEM tahun depan di Manila.”

Para tim yang berpartisipasi dalam kompetisi tahun 2013 ini akan secara otomatis diperbolehkan mengikuti kompetisi Shell Eco-marathon Asia berikutnya, yang akan diselenggarakan pada bulan Februari, 2014 di Manila, Filipina. Mereka akan bergabung dengan para peserta baru yang juga bersemangat untuk menciptakan kendaraan yang lebih efisien bahan bakar dengan kendaraan yang mereka rancang dan mereka bangun dari awal. Kendaraan-kendaraan hasil rancangbangun tim-tim mahasiswa ini akan bertarung di lintasan baru yang dibangun khusus di atas jalan-jalan kota Manila.

Adapun ringkasan para pemenang penghargaan Off-Track Shell Eco-marathon Asia 2013 adalah sebagai berikut:

Shell Student Energy Challenge

Tim Rakata dari ITB  (Institut Teknologi Bandung) meraih hadiah tertinggi sebesar USD 5,000 untuk karya mereka dalam kategori Shell Student Energy Challenge.  Juri merasa terkesan dengan hasil riset mendalam yang mereka lakukan atas sumber-sumber emisi CO2 dan juga rekomendasi dan gagasan-gagasan mereka untuk menekan tingkat emisi ini di masa yang akan datang.  Tim Lahutay 2 dari University of San Carlos, Filipina meraih tempat kedua dengan hadiah USD 3,000, Tim Balap ASU dari Ain Shams University, Mesir memenangkan tempat ketiga dengan hadiah USD 2,000 serta Tim iTerbo III dari Singapura menduduki tempat keempat dengan hadiah USD 1,000.

Shell Helix Tribology Award

Tim ITS 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia sangat menonjol dengan pemahaman mereka tentang bagaimana pilihan pelumas dapat meningkatkan kinerja kendaraan, juga memberi bukti kuantitatif dengan simulasi komputer untuk melihat friksi dan penghematan bahan bakar serta menyesuaikan elemen desain yang mempertimbangkan dampak tribologi.

Eco-friendly Design

Tim USM EVT dari  Universiti Sains Malaysia meraih penghargaan untuk kedua kalinya selama dua tahun berturut-turut dengan mengusung kekuatan kombinasi bahan daur ulang dengan bahan bakar alternatif. Kendaraan mereka dengan sasis yang dibuat dari kayu, 95% dirancang untuk dapat didaur ulang. Hal ini merupakan perwujudan dari pemikiran ramah lingkungan mereka.

 

Design  

Tim iTErbo III dari Institute of Technical Education di Singapore menarik perhatian juri dengan rancangan yang sederhana, bersih namun fungsional yang dirancang secara efektif  sesuai dengan tujuannya - untuk merancang kendaraan yang ekonomis dan ramah lingkungan namun tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengendara.

 

Communications  

DLSU Eco-car Team ICE from De La Salle University Filipina memenangkan penghargaan Komunikasi dengan inisiatif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dengan cara yang kreatif dan efektif.  Dengan cerdik, mereka menggunakan media sosial, acara-acara kampus, roadshow dan kerjasama dengan berbagai merek dagang serta perusahaan-perusahaan industri yang akhirnya membantu langkah mereka dalam mengumpulkan dukungan melalui institusi pendidikan, TV, radio dan media online.

 

Technical Innovation  

Tim Aguila dari Mapua Institute of Technology di Filipina mendapat nilai tertinggi dengan mengkombinasikan penelitian yang mendalam dan kerjasama dengan para ahli industry, originalitas dalam solusi teknis seperti dog clutch, multi-plate clutch combo dan derailleur chain transmission, serta eksekusi pemikiran mereka dalam hal ergonomi dan kesinambungan pengendara dengan menggunakan bahan-bahan asli yang ringan, rotan untuk kokpit, sandaran kursi dan pijakan kaki.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Shell Eco-marathon 2013 di seluruh dunia termasuk peraturan resmi, cara pendaftaran dan rincian hadiah, silahkan kunjungi halaman web Shell Eco-marathon di www.shell.com/ecomarathon.   

 -SELESAI-

Untuk informasi lebih lanjut, mohon menghubungi:  

Cindy Lopez

Head, Asia-Pacific Media Relations

+6012 282 1765

Serene Loo

Shell Spokesperson, Asia-Pacific

+65 9729 7294

Inggita Notosusanto

Communications Manager

Shell Indonesia

+62 21 29970114

inggita.notosusanto@shell.com

Catatan untuk Editor:

Tentang Shell Eco-marathon

Sejarah Shell Eco-marathon (SEM) berawal pada tahun 1939 di sebuah laboratorium penelitian Shell di Amerika Serikat ketika para ilmuwan bertaruh untuk merancang kendaraan yang dapat menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar seminimum mungkin. Pemenang kompetisi ini ternyata dapat menempuh jarak 50 mpg (21 km/liter). Dari inisiatif yang sederhana ini, lahirlah sebuah ide untuk menyelenggarakan kompetisi yang lebih terorganisir yakni Shell Eco-marathon yang ada sekarang ini.

Shell Eco-marathon untuk pertama kali diselengarakan di Perancis pada tahun 1985. Pada bulan April 2007, ajang Shell Eco-marathon America diselenggarakan di Amerika Serikat dan di tahun 2010 Shell Eco-marathon Asia dilangsungkan untuk pertama kalinya di Malaysia.  Malaysia telah menjadi tuan rumah untuk acara SEM Asia selama tiga tahun terakhir dan mulai tahun 2014-2016, acara SEM Asia akan diselenggarakan di Manila, Filipina.

Pada tahun 2010, Indonesia menurunkan 8 tim dari 4 universitas, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim SapuAngin 2 dari ITS berhasil keluar sebagai Juara Pertama dalam kategori Combustion Grand Prize dan kategori Gasoline Fuel Award untuk kelas UrbanConcept dengan catatan 237,8 Km/liter. Tim Yellow Makara dan Tim Zamrud Khatulistiwa dari UI masing-masing meraih posisi kedua dan ketiga di kategori Internal Combustion Engine untuk kelas UrbanConcept. Mobil berbahan bakar etanol karya Tim Exia dari ITB memenangkan kategori People Choice Award sebagai tim yang paling populer dengan perolehan suara lebih dari 65.000.

Di tahun 2011, Indonesia diwakili oleh 10 tim dari 5 universitas. Politeknik Negeri Pontianak (PolNep) bergabung dengan 4 rekan universitas yang telah lebih dahulu berkompetisi pada Shell  Eco-marathon 2010. Tim Indonesia menerima 6 penghargaan, yaitu  Tim SapuAngin 4 yang mobil berbahanbakar bio dieselnya (Fatty Acid Methyl Ester/FAME 100%) keluar sebagai Juara Pertama di kategori Combustion Grand Prize dan menerima Grand Prize di kategori UrbanConcept Internal Combustion Engine serta Alternative Diesel Fuel Award. Tim Cikal ITB berada di posisi kedua pada kategori yang sama dan juga memenangkan Gasoline Fuel Award. Penghargaan Off-track (di luar sirkuit) dimenangkan oleh Semar Proto dari UGM untuk kategori Technical Innovation dan Tim Rakata dari ITB menerima Communication Award.

Pada tahun 2012, tim Indonesia meraih 5 (lima) penghargaan dalam kategori urban concept dan tetap bertahan sebagai juara pertama di kelas kendaraan berbahan bakar bensin. Tim Cikal Cakrasvarna (ITB) meraih juara 1 dengan jarak tempuh 196,3 km per 1 liter bensin atau ekuivalen dengan jarak dari Jakarta ke Tasikmalaya (Jawa Barat), sementara itu Tim Sadewa (UI) meraih juara ke 2 dengan jarak tempuh 152,3 km per liter. Di kategori kendaraan Urban berbahan bakar Fatty Acid Methyl Ester (FAME), tim Sapu Angin 7 dari ITS mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu sebagai juara 1, sedangkan Cikal Diesel (ITB) menempati juara ke 2. Di kelas Urban Battery Electric, walaupun untuk pertama kalinya mengikuti kategori ini, tim Cikal Cakrawala ITB meraih tempat ke 2 setelah tim Ngee Ann Polytechnic (Singapura).

Page Tools