Jump menu

Main content |  back to top

News and Media Releases

Shell Indonesia Dukung Bank Sampah Depok (BSD) Atasi Sampah

Shell Indonesia memulai kerjasama dengan Yayasan Semai Karakter Bangsa dalam membantu masyarakat Depok menangani sampahnya. Sebanyak 2000 unit Bank Sampah diharapkan dapat berdiri di Depok pada 2014 mendatang.

 

PT Shell Indonesia melalui program SUPEL (Shell Untuk Pelestarian Lingkungan) mengumumkan kerjasama dengan Yayasan Semai Karakter Bangsa, pendiri “Bank Sampah Depok” (BSD) untuk pengelolaan sampah dengan partisipasi aktif warga Depok. Penandatanganan kesepakatan kerjasama dilakukan antara Shell Indonesia yang diwakili oleh Retail Network Delivery Manager PT Shell Indonesia Iwan Salim  dan  pendiri Bank Sampah Depok (BSD) Isnarto di Unit Pengolahan Sampah (UPS) Merdeka 1, Sukmajaya-Depok pada hari ini (24/12). Penandatanganan disaksikan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan GM Retail Network Delivery East  Wahyu Indrawanto.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengapresiasi dukungan PT Shell Indonesia bagi kegiatan BSD untuk mengatasi masalah sampah di Depok, yang juga akan membawa perbaikan lingkungan serta menyumbang pada kesejahteraan masyarakat Depok. “Partisipasi Shell sangat membantu tugas Pemkot dalam menangani sampah di Depok secara terpadu dengan melibatkan masyarakat.“ Tambahnya, “Langkah terobosan ini diharapkan dapat diikuti perusahaan lainnya, sehingga Depok yang bersih dan nyaman semakin cepat terwujud.”

Iwan Salim, Retail Network Delivery Manager, PT Shell Indonesia mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Shell untuk memberikan manfaat atas kehadirannya di tengah masyarakat Depok melalui program investasi sosialnya, antara lain melalui program pemeliharaan lingkungan. Iwan Salim menjelaskan, “Sampah merupakan salah satu masalah terberat yang dihadapi kota Depok, dan kami ingin membantu masyarakat menanggulanginya sebagaimana kami membantu masyarakat di sekitar lokasi kami yang lain. Program bank sampah ini merupakan prakarsa nyata untuk mengelola sampah sekaligus memberi nilai ekonomis pada kegiatan tersebut yang langsung dapat dinikmati warga.” 

Saat ini, sebanyak 900 ton sampah setiap harinya terkumpul dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Depok. Pihak Pemerintah Kota Depok sendiri hanya mampu mengatasi kurang dari setengah dari volume sampah itu dan sisanya masih dibuang secara sembarangan dibanyak tempat seperti sungai-sungai, lahan-lahan kosong dan di jalan-jalan. Menurut Isnarto, yang mendirikan Bank Sampah Depok di tahun 2011, hal ini seharusnya tidak terjadi. “Undang-undang  no 18 tahun 2008 mengenai persampahan menyatakan kita sebagai penghasil sampah wajib mengolah sampah kita sendiri. Karena nya, komunitas bank sampah di lingkungan Depok berusaha untuk aktif mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk dapat mengolah sampahnya sendiri hingga tidak perlu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata Isnarto.

Pada saat ini jangkauan BSD baru mencakup 5 kecamatan di Depok dengan 4.500 nasabah (4.500 Kepala Keluarga). “Kami berharap tambahan sarana dan prasarana dari pihak Shell Indonesia ini akan bisa menambah kinerja pengelolaan sampah oleh BSD di Depok sehingga aspirasi kami untuk dapat membangun 2000 bank sampah pada tahun 2014 dapat tercapai,” tambah  Isnarto. Pada saat ini BSD yang berkegiatan di atas lahan milik Pemkot Depok seluas sekitar 800 meter persegi hanya memiliki berbagai perlengkapan sederhana.

Isnarto juga bercita-cita untuk mengembangkan wisata yang berbasis pengolahan sampah, penghijauan dan pertanian. Ia juga ingin mengembangkan berbagai industri kreatif yang akan melibatkan warga sekitar, serta menyelenggarakan berbagai kursus pengolahan limbah.

Selain di Depok, dukungan Shell di bidang pelestarian lingkungan melalui program SUPEL (Shell untuk Pelestarian Lingkungan) juga dilakukan di Surabaya dan Jakarta. Di Surabaya Shell Indonesia bekerjasama dengan Pusdakota (Pusat pemberdayaan Masyarakat Kota) dan Pemkot Surabaya membantu pendirian Bank Sampah di desa Panjang Jiwo (Prapen), dan di desa Babatan dan Lontar (wilayah Pakuwon). Di Radio Dalam, Jakarta, Shell juga melakukan pengolahan sampah menjadi kompos, dan pembuatan biopori sebagai bagian dari usaha pencegahan banjir bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN).

Untuk keterangan lebih lanjut, foto atau wawancara silahkan menghubungi:

Inggita Notosusanto

Country Communication Manager

PT Shell Indonesia

Tel: +62 21 7592 4700

Fax: +62 21 7592 4688

www.shell.co.id

Page Tools