Jump menu

Main content |  back to top

Press Release

Indonesia Ikuti Kompetisi Shell Eco-Marathon Asia 2010

Shell Eco-marathon (SEM) menantang para pelajar Indonesia untuk mengembangkan inovasi, imajinasi, dan kreativitas dalam menciptakan teknologi kendaraan masa depan yang dapat menempuh jarak terjauh, hemat energi dan ramah lingkungan.

Sebanyak delapan tim dari empat perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia (3 tim), Institut Teknologi Bandung (3 tim), Universitas Gajah Mada (1 tim) dan Institut Teknologi Sepuluh November/ITS (1 tim) akan mewakili Indonesia mengikuti ajang Shell Eco-marathon Asia yang pertama tahun depan.

Sebagai sebuah perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia, Shell dikenal sebagai perusahaan migas yang bertanggung jawab karena komitmennya yang kuat terhadap lingkungan. Shell selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan dunia akan bahan bakar dan gas dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelanjutan lingkungan hidup. SEM adalah salah satu bentuk kepedulian Shell terhadap lingkungan dan masa depan generasi muda khususnya terhadap tantangan energi masa depan. Program pendidikan ini menantang anak muda di seluruh dunia untuk bekerja sama dalam tim, mengeksplorasi solusi transportasi dan tantangan energi masa kini dan masa depan. Tantangan di SEM adalah menciptakan kendaraan masa depan yang dapat dipacu sejauh mungkin dengan bahan bakar yang seminim mungkin.

Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia mengatakan, “Di Shell, kami melihat Eco-marathon bukan hanya sekedar sebuah ajang pertandingan, tetapi lebih kepada dorongan dan peluang kepada generasi muda untuk kreatif memikirkan energi yang efisien dan menawarkan sebuah wadah untuk menuangkan inovasi mereka. Kami yakin para pelajar Indonesia dapat menjawab tantangan masa depan ini, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi negara dan juga masa depan dunia.”

Dr. Ir. Marzan A. Iskandar, Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang turut mendukung partisipasi tim Indonesia mengatakan, “Saya gembira dan bangga bahwa Indonesia bisa ikut serta dalam ajang SEM Asia yang pertama kali ini. Program SEM tidak hanya akan mendorong para tim yang ikut berlaga tetapi juga akan memotivasi para perancang mesin serta para pelaku industri otomotif untuk dapat mengembangkan kendaraan yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Saya harapkan tim Indonesia bisa memenangkan lomba ini dan mampu menghasilkan kendaraan yang ramah lingkungan sekaligus nantinya dapat diproduksi masal.”

Menciptakan dan menemukan kendaraan yang hemat bahan bakar melalui ajang Shell Eco-marathon telah populer di Eropa sejak sekitar  25 tahun yang lalu, tepatnya setelah diselenggarakannya SEM yang pertama di Perancis pada tahun 1985. Pada 2007 lalu, Shell membawa SEM ke benua Amerika dan meluncurkan “Shell Eco-marathon (SEM) Americas” untuk pertama kalinya di California, Amerika Serikat.

Tahun 2010 SEM akan hadir di Asia dan bakal digelar pertama kalinya di Internasional Sirkuit Sepang, Malaysia pada Juli 2010. Malaysia akan menjadi tuan rumah selama tiga tahun dan untuk selanjutnya SEM Asia akan digelar bergantian di antara negara-negara Asia.

Saat ini, delapan tim yang akan mewakili Indonesia tersebut telah mulai merancang kendaraan yang akan dibawa ke ajang SEM Asia 2010. Kedelapan tim ini bebas menentukan pilihannya dalam merancang kendaraan yaitu kelompok Prototip Futuristik (Futuristic Prototype) yang mementingkan desain yang mampu memaksimalkan tingkat efisiensi atau kelompok Konsep Perkotaan (Urban Concept) yang terfokus pada desain sekaligus memenuhi kebutuhan riil pengguna transportasi di perkotaan. Bahan bakar yang bisa digunakan dapat dipilih 8 jenis sebagai berikut yaitu bensin Shell Unleaded 95 (EU)/Shell Plus 89 (US), Shell Diesel, LPG, Shell Gas to Liquid (100% GTL), Fatty Acid Methyl Ester (100% FAME), Ethanol E100 (100% Etanol), Hidrogen dan Solar. Keikutsertaan ke-empat perguruan tinggi (UI, ITB, UGM & ITS) tersebut untuk mengikuti ajang SEM Asia 2010 karena adanya hubungan kerjasama dengan PT Shell Indonesia yang telah terjalin selama ini.

Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng., Dekan Fakultas Tehnik UI, mengatakan, SEM akan membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional dalam menciptakan teknologi yang ramah lingkungan di masa depan. ”Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menghasilkan yang terbaik dan dapat mengharumkan nama Indonesia”.

Lewat program SEM ini ada beberapa hal yang ingin dicapai oleh Shell. Pertama, menantang pelajar di seluruh dunia untuk menciptakan kendaraan yang bisa dipacu dengan bahan bakar yang terbatas jumlahnya. Kedua, Shell bisa ikut serta dalam mendukung pendidikan, mendorong inovasi, pengembangan teknologi yang hemat energi. Ketiga, membantu melahirkan pemimpin yang peduli dan terus mencari alternatif energi lain untuk kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Terakhir, SEM akan menjadi bentuk nyata kepedulian Shell terhadap meningkatnya kebutuhan sumber energi di muka bumi ini dan mengantisipasinya dengan cara yang lebih bijaksana.

Seperti diketahui, saat ini, negara-negara di seluruh dunia tengah berusaha untuk memenuhi tantangan kebutuhan energi demi mengantisipasi jumlah kendaraan yang akan meningkat dalam masa puluhan tahun ke depan. Diperkirakan pada 2050 mendatang akan ada dua miliar kendaraan yang memenuhi jalan-jalan di seluruh dunia atau dua kali lipat dari yang ada saat ini. Padahal, saat ini jumlah gas buangan dari kendaraan itu pun telah menjadi beban bagi perubahan iklim di muka bumi ini. Oleh karena itu lewat SEM, anak muda diharapkan dapat membantu dunia untuk menghadapi tantangan kebutuhan energi di masa depan.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai SEM dapat dilihat di www.shell.com/eco-marathon.

Untuk keterangan lebih lanjut, foto atau wawancara dapat menghubungi:

Fathia Syarif
Manager - Media Relations, External Affairs & Communications
PT Shell Indonesia
Phone: +62 21 7592 4700
Fax: +62 21 7592 4679
www.shell.com/indonesia