Jump menu

Main content |  back to top

Flashback
Tahun Peristiwa
1885 Aeilko Jans Zijlker menggali Sumur Telaga Tunggal 1 di desa Telaga Said, Sumatra Utara.
1890 Royal Dutch Petroleum Company didirikan di Den Haag.
1892 Kilang minyak pertama Royal Dutch didirikan di Pangkalan Brandan Sumatra Utara.
1897 "Shell Transport and Trading Company” didirikan oleh Marcus Samuel.
1899 Shell Transport and Trading membangun kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur.
1902 Usaha patungan pertama Royal Dutch dan Shell Transport and Trading untuk menangani pengiriman dan pemasaran kedua perusahaan.
1907 Royal Dutch/Shell Group of companies dibentuk dengan andil kepentingan 60:40.
1965 Shell menjual semua aset di Indonesia ke Pertamina. Kantor perwakilan Shell didirikan di Indonesia.
1969 Shell memulai aktivitas Eksplorasi dan Produksi (EP) bersama Kaltim Shell PSC.
1977 Shell dan Pertamina menandatangani Perjanjian Layanan Teknis untuk pelumas.
1989 Shell memulai pengembangan proyek Petrokimia di Cilacap. Proyek ini dihentikan tahun 1993.
1990 SNT (Shell Nusantara Trading) didirikan untuk menangani impor petrokimia.
1994 Shell dan Pertamina menandatangani Nota Kesepahaman untuk usaha patungan Pabrik Pencampuran Minyak Pelumas. Proyek ini dihentikan tahun 1998.
1995 PT. Kridapetra Graha (KPG) awalnya didirikan untuk memproduksi dan memasarkan bitumen. Pabrik pencampuran didirikan di Merak, Banten.
1997 Shell meluncurkan pemasaran dan distribusi merek pelumas kelas atas yang terkenal di dunia, Shell Helix Super, Helix Plus dan Helix Ultra. Perjanjian Layanan Teknis bersama Pertamina dihentikan.
2001 Bisnis EP di Indonesia ditutup secara resmi.
2001 Shell Gas and Power (GP) mendirikan tim pengembangan bisnis di Indonesia untuk mengeksplorasi peluang yang ada. Aturan Migas Baru No. 22 ditandatangani dan diberlakukan, yang menandai berakhirnya kewajiban Pertamina sebagai satu-satunya distributor minyak di Indonesia. Lisensi untuk bisnis ritel perusahaan swasta pun dibuka.
2003 Pabrik bitumen di Merak ditutup karena tidak layak. Spesialisasi bisnis bitumen sukses dimulai dengan peluncuran lini produk Flintkote.
2004 Merek pelumas transportasi Shell yang terkenal di dunia, Rimula, diluncurkan di Indonesia. Merek pelumas sepeda motor Shell, Advance S2 dan S4, diluncurkan.
2005 Shell Solar membuka Kantor Penjualan di Jakarta dengan nama PT. Shell Solar Indonesia. Distributor pertamanya berada di Baturaja, Palembang, Sumatra Selatan. Tanggal 1 November, SPBU pertama dibuka di Lippo Karawaci, Tangerang. Inilah SPBU dengan merek internasional pertama di Indonesia setelah 40 tahun. Bulan November, MOU antara Shell dan PT Pertamina ditandatangani untuk mengeksplorasi kerjasama dalam bisnis bahan bakar avtur di Jakarta. Bulan Desember, Shell mengajukan tender untuk lapangan baru di Sulawesi Barat.
2006 Shell sukses meluncurkan kampanye Shell Helix RRR (Refresh, Revive, Rejuvenate), atau “Bersih, Segar, Seperti Baru Terus”. Bulan Februari-Maret, Shell membuka 2 SPBU lagi, di S. Parman dan Warung Buncit.