Setiap perusahaan pasti memiliki aset sebagai penunjang aktivitas operasionalnya. Agar aktivitas operasional berjalan dengan baik, perusahaan perlu melakukan pemeliharaan aset. Termasuk mengetahui lokasi dan kondisi aset yang dimiliki. Di sinilah sistem asset tracking dibutuhkan.

Walaupun proses pemeliharaan aset bisa dilakukan secara manual, namun pencatatan dengan cara manual ini memiliki banyak kelemahan. Seperti rentan kehilangan, pengelompokan data yang kurang baik, dan lain-lain. Apalagi jika perusahaan memiliki aset dalam jumlah banyak. Cara manual tentu saja akan menghabiskan banyak waktu dan tidak efektif. Karena itu, penggunaan sistem asset tracking akan sangat membantu.

Pengertian Asset Tracking

Asset tracking adalah salah satu metode yang digunakan untuk menelusuri aktiva tetap atau aset fisik. Biasanya, metode ini digunakan untuk penelusuran harta berwujud yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi.

Tidak semua aset yang dimiliki perusahaan dapat ditelusuri dengan metode ini. Umumnya, hanya harta yang digunakan untuk keperluan produktif dan memiliki umur ekonomis panjang saja yang biasa ditelusuri. Seperti komputer, furniture kantor, kendaraan, dan mesin-mesin pendukung lainnya.

Mengapa Perusahaan Perlu Menerapkan Asset Tracking?

Dengan bantuan asset tracking, maka semua data tersebut bisa disimpan, dimunculkan kembali jika terjadi kehilangan, atau direvisi kembali perusahaan Anda membutuhkannya. Selain itu, asset tracking bisa melindungi semua data penting perusahaan yang memang tidak boleh dibocorkan.

Manfaat Penerapan Asset Tracking Pada Perusahaan

Membantu Penelusuran Aktiva Tetap

Aktiva tetap atau fixed asset umumnya terdiri dari peralatan penunjang kegiatan perusahaan. Jika ada kendala dengan aset tersebut, maka kegiatan perusahaan juga dapat terhambat. Dengan penelusuran aset secara berkala, Anda bisa meminimalisir kendala semacam ini.

Membantu Mencatat Fixed Asset yang Dimiliki

Sebagai bagian dari aset, setiap pencatatan fixed asset menjadi hal penting bagi perusahaan. Kondisi fixed asset bisa mempengaruhi laporan keuangan perusahaan. Karena itu, jika Anda lalai dalam melakukan pencatatan atau pendokumentasian, hasil laporan keuangan bisa jadi bermasalah.

Memperoleh Visibilitas Aset yang Lebih Baik

Kapan suatu aset dibeli? Kapan aset tersebut mendapatkan perawatan terakhir kali? Jika perusahaan hanya memiliki satu atau dua aset tetap, jawaban pertanyaan tersebut tentu saja cukup mudah. Apalagi jika orang yang bertanggung jawab dengan aset tersebut masih sama sejak pertama kali aset tersebut dibeli.

Tapi, bayangkan jika perusahaan Anda memiliki banyak sekali aset. Atau bagaimana jika penanggung jawab aset perusahaan baru saja berubah. Bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang untuk mengetahui informasi sederhana tersebut?

Dengan menggunakan sistem asset tracking, pertanyaan tersebut bisa Anda jawab dengan mudah. Bahkan hanya dalam waktu beberapa menit atau detik saja. Penelusuran aset dapat membantu Anda mendapatkan visibilitas aset dengan lebih baik. Termasuk tanggal pembelian dan perawatan terakhir seluruh aset perusahaan.

Mengetahui Nilai Depresiasi Fixed Asset

Laporan fixed asset dan nilai depresiasinya adalah bagian penting dari laporan keuangan perusahaan. Bahkan, kondisi fixed asset bisa menjadi pertimbangan bagi pihak pengambil keputusan sebelum berinvestasi ke perusahaan. Jumlah dan nilai fixed asset dapat menjadi gambaran bagaimana profil suatu perusahaan. Karena itu, mencatat dan mengetahui nilai depresiasi dari aset yang dimiliki adalah sesuatu yang penting.

Menjalankan Audit Aset dengan Lebih Efisien dengan Asset Tracking

Ada banyak cara untuk melakukan audit aset. Cara yang paling umum adalah dengan audit manual. Tentu saja cara manual ini akan menghabiskan banyak waktu. Anda mungkin memerlukan satu pekan atau satu bulan khusus hanya untuk menjalankan audit.

Akan tetapi, Anda bisa melakukan proses audit ini dengan lebih mudah. Yaitu dengan menjalankan sistem penelusuran aset. Sistem ini membantu proses audit menjadi lebih mudah dan efisien. Anda tinggal memindai label aset dan membandingkannya dengan daftar aset yang tersimpan secara elektronik. Cara ini bukan hanya menghemat waktu kerja, tapi juga membantu meminimalisir human error yang umum terjadi dalam proses manual.

Itulah informasi seputar asset tracking dan manfaatnya bagi perusahaan Anda. Selain itu, asset tracking juga dapat digunakan untuk mengelola manajemen kendaraan operasional perusahaan dan instansi dalam pengisian bahan bakar.

Mari, beri rancangan manajemen kendaraan operasional bisnis Anda bersama Shell Fleet Card. Dengan menggunakan Shell Fleet Card, perusahaan dapat lebih mudah dalam melakukan kontrol budget bahan bakar, pengalokasian dana, efisien, menganalisa transaksi bahan bakar, minimalisasi waktu administrasi, mengurangi kelalaian pegawai dalam proses pelaporan, lebih aman dan mudah.

Untuk informasi lengkap seputar Shell Fleet Card, Anda dapat mempelajarinya lewat laman resmi Shell Indonesia. Selamat mencoba!