Sudah bukan rahasia lagi jika udara yang penuh polusi disebabkan oleh jumlah kendaraan beredar yang tidak sedikit.

Untuk mengoperasikan suatu unit kendaraan dibutuhkan bahan bakar. Dalam prosesnya, sisa bahan bakar akan dilepaskan ke lingkungan. Bahan bakar yang tidak ramah lingkungan akan berdampak buruk pada makhluk hidup yang ada.

Pertanyaannya, apakah ada bahan bakar yang ramah lingkungan? Lalu, seperti apa hal tersebut? Berikut penjelasannya!

Apa Itu Bahan Bakar Ramah Lingkungan?

Secara sederhana, bahan bakar ramah lingkungan adalah bahan bakar yang tidak menimbulkan dampak negatif yang tinggi terhadap lingkungan. Perlu diketahui bahwa pembakaran yang berlangsung di mesin kendaraan, sering kali menyisakan residu yang dilepaskan ke lingkungan.

Tingginya sisa pembakaran yang dibuang ke lingkungan akan menyebabkan tingginya polusi udara. Jika dibiarkan secara terus menerus, hal ini tentu tidak hanya berdampak buruk pada lingkungan, tapi juga pada manusia.

Sejalan dengan hal ini, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan juga akan membawa manfaat kepada mesin kendaraan yang tidak menerima begitu banyak residu. Sebab, jika tingkat karbon dan timbal yang mengendap di mesin jumlahnya tinggi, maka kinerja mesin tidak akan optimal dan kendaraan bisa saja lebih boros.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sangat dianjurkan.

Di Indonesia, salah satu produsen perusahaan minyak internasional pertama yang terjun dalam bisnis ritel bahan bakar dengan komitmen ramah lingkungan dan berbasis alam, yakni Shell Indonesia.

Shell Mendukung Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Saat ini Shell Indonesia mengkuatkan komitmen dalam mendukung era transisi dunia ke penggunaan energi yang lebih bersih melalui portofolio produk yang rendah emisi.

Komitmen Shell di Indonesia dilandasi strategi Powering Progress yang dicanangkan oleh Shell secara global untuk mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan Net-Zero Emission di 2050 sesuai dengan perkembangan ekspektasi masyarakat secara umum.[1]

Oleh Shell Indonesia, beberapa contoh bahan bakar yang ramah lingkungan adalah:

  • Shell V-Power Nitro+ produk bahan bakar premium terbaru yang telah memenuhi standar EURO 4. Dengan teknologi DYNAFLEX, Shell V-Power Nitro+ memiliki daya membersihkan yang tak terkalahkan untuk melindungi kendaraan dari endapan yang dapat mengurangi performa mesin.
  • Shell V-Power Diesel yang telah memenuhi standar EURO 5 dengan kadar sulfur ultra rendah 10ppm.

Selain menghadirkan Shell V-Power Nitro+ dan Shell V-Power Diesel, Shell juga telah menyediakan fasilitas pengisian daya Shell Recharge yang dapat dikunjungi pelanggan di SPBU Shell Pluit Selatan 1 untuk mobil bertenaga listrik. Kehadiran Shell Recharge ini juga merupakan wujud dukungan Shell terhadap agenda Pemerintah Indonesia untuk bertransisi menuju energi yang lebih bersih.

Tidak hanya itu, Shell juga meluncurkan rangkaian produk pelumas yang netral karbon (carbon neutral), di antaranya:

  • Shell Gadus S5
  • Shell Omala S4 WE
  • Shell Omala S4 GXV
  • Shell Mysella S5
  • Shell Rimula R6 LM
  • Shell Helix Ultra 0W20

Seluruh rangkaian produk netral karbon ini memungkinkan pelanggan melakukan operasional bisnis sehari-hari mereka berjalan lebih efisien dan rendah emisi.

Demikian informasi mengenai pengelolaan bahan bakar yang ramah lingkungan. Untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, Shell juga menghadirkan Shell Fleet Card untuk mengontrol pemakaian bahan bakar kendaraan operasional.

Tidak hanya itu, Shell Fleet Card juga memungkinkan perusahaan mengontrol penggunaa anggaran bahan bakar, pengalokasian dana, efisien, menganalisa transaksi bahan bakar, minimalisasi waktu administrasi, mengurangi kelalaian pegawai dalam proses pelaporan yang lebih aman dan mudah.

1 https://www.shell.co.id/in_id/ruang-media/news-and-media-releases/news-2021/shell-indonesia-dorong-solusi-energi-ramah-lingkungan-melalui-penambahan-portofolio-produk-rendah-emisi.html diakses pada 25 Juni 2022.