Selama beberapa dekade terakhir, berbagai negara dari seluruh dunia telah sepakat untuk menekan jumlah karbon dioksida yang dilepas ke atmosfer. Hadirnya karbon dioksida ini tidak lain disebabkan oleh proses pembakaran bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan serta menghasilkan listrik.

Di saat yang bersamaan, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbon dioksida semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh pembukaan lahan dan perambahan hutan untuk diambil kayunya atau sekadar untuk perluasan lahan pertanian.

Makanya, muncul istilah Climate Crisis atau krisis iklim yang terjadi karena panas bumi yang meningkat. Tidak heran jika terjadi perubahan iklim yang tidak menentu yang mengakibatkan banjir, kemarau panjang, kelaparan, bahkan ketidakstabilan ekonomi.

Definisi Carbon Asset Management

Carbon Asset Management hadir sebagai salah satu solusi untuk permasalahan tadi. Sederhananya, Carbon Asset Management adalah konsep yang dirancang untuk mengendalikan dan menekan jumlah karbon dioksida.

Ada berbagai cara dan sistem yang dirancang, tidak hanya oleh individu, tapi juga perusahaan untuk menjalankan konsep ini sesuai dengan industri dan kebutuhan dari masing-masing pihak.

Dampak Positif Bagi Lingkungan

Karena fokus Carbon Asset Management untuk mengatasi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke atmosfer, maka hal ini jelas berdampak positif bagi lingkungan dan bumi yang kita tempati.

Dari catatan berbagai peneliti disebutkan bahwa pada tahun 1750 terdapat 281 molekul karbon dioksida padasatu juta molekul udara (281 ppm). Pada Januari 2007, konsentrasi karbon dioksida telah mencapai 383 ppm (peningkatan 36 persen). Beberapa peneliti bahkan memprediksi bahwa pada tahun 2100, karbon dioksida akan mencapai konsentrasi 540 hingga 970 ppm.

Karbon dioksida yang berada di atmosfer jika dihirup dan masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan keracunan. Dalam kadar yang tinggi, karbon dioksida bisa berujung pada masalah kesehatan yang serius bagi manusia, terlebih lagi bagi seluruh makhluk yang ada di planet bumi.

Demikian informasi seputar Carbon Asset Management. Salah satu bidang penting terkait hal ini, yakni kendaraan operasional bisnis. Pasalnya, ada berbagai jumlah kendaraan yang digunakan untuk aktivitas bisnis sehari-hari tidaklah sedikit. Dalam dunia transportasi dikenal dengan istilah Sustainable Fleet Solution.

Sustainable Fleet Solution secara sederhana adalah strategi yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan melalui kombinasi kendaraan dan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih hemat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, jejak karbon melalui kendaraan yang dihasilkan akan memberikan dampak yang negatif bagi kehidupan kita di bumi.

Ada beberapa strategi Fleet Sustainability yang sering dijalankan terkait hal ini, antara lain:

  • Asset Tracking
  • Penghematan bahan bakar oleh driver
  • Pengurangan idle time
  • Implementasi kendaraan rendah atau nol emisi
  • Car Sharing
  • Fleet Cards

Untuk strategi yang terakhir, sebagai pemilik bisnis Anda bisa menggunakan Shell Fleet Card. Shell sendiri merupakan salah satu perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung bisnis terus berkembang maju dan mencapai tujuan utamanya dengan tetap berbasis pada lingkungan.

Dengan kehadiran kehadiran Shell Fleet Card, Anda dapat mengontrol pemakaian BBM mobil operasional dan menekan tingginya angka fraud.

Seperti yang diketahui pengisian BBM kadang menjadi salah satu hal yang paling sulit dikontrol dan berakhir pada kerugian. Padahal dengan mengontrol pemakaian BBM, sebuah perusahaan bisa menghemat biaya hingga 80%.

Tidak hanya efisiensi bahan bakar dengan menggunakan Shell Fleet Card, Anda juga bisa menghemat waktu administrasi. Shell Fleet Card dilengkapi dengan juga dilengkapi dengan berbagai tools yang akan memudahkan Anda.

Mulai dari menarik laporan pemakaian bulanan bahkan harian dengan cara yang mudah hingga keleluasan mengontrol armada yang Anda miliki. Shell Fleet Card menawarkan berbagai macam fleksibilitas untuk mengatur armada mulai dari dimana pom bensin Shell yang bisa digunakan hingga pembatasan pada plat nomor mobil atau hari dan juga waktu.

Dengan implementasi fleet management seperti ini, perusahaan dapat lebih mudah dalam melakukan kontrol budget bahan bakar, pengalokasian dana, efisien, menganalisa transaksi bahan bakar, minimalisasi waktu administrasi, mengurangi kelalaian pegawai dalam proses pelaporan yang lebih aman dan mudah.

Semua hal inilah yang menjadi bagian dari proses Carbon Asset Management, sehingga perusahaan tidak hanya mendapatkan keuntungan maksimal, tapi juga ikut serta menjaga keberlangsungan hidup dan masa depan planet bumi.

1 https://gawpalu.id/index.php/informasi/kimia-atmosfer/grk/karbon-dioksida diakses pada 25 Juni 2022