Manajemen aset kini menjadi salah satu elemen penting dalam pengelolaan perusahaan. Dalam manajemen aset, perusahaan didorong untuk mengatur pengelolaan aset milik individu, organisasi atau perusahaan secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu.

Lalu, apa pengertian manajemen aset, siklus dan manfaatnya untuk bisnis?

Pengertian Manajemen Aset

Saat ini istilah manajemen aset sudah tak asing lagi mengingat semakin banyaknya orang Indonesia yang terkait dengan industri.

Secara sederhana, manajemen aset adalah sistem pemantauan yang menjaga setiap elemen yang bernilai bagi organisasi. Aset bisa hal yang berwujud maupun tidak berwujud.

Manajemen aset juga berfungsi mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan aset agar bermanfaat bagi organisasi atau perusahaan1.

N.H. Danylo dan A. Lemer dalam jurnal Asset management for the public works manager: Challenges and strategies (1998) mengatakan manajemen aset adalah metodologi distribusi sumber daya atau aset agar dapat digunakan secara efisien demi memenuhi tujuan tertentu2.

Menurut Gima Sugiama dalam buku Manajemen Aset Pariwisata Bandung (2013), manajemen aset adalah seni memandu kekayaan atau aset3. Seni memandu tersebut termasuk proses perencanaan, audit, pemeliharaan, penghapusan dan pengalihan aset yang tidak sesuai.

Contoh Manajemen Aset pada Armada

Manajemen aset pada armada atau Fleet Management System adalah sistem yang dibikin secara komprehensif untuk mengelola armada operasional. Berikut contoh pengelolaan aset pada perusahaan dengan Fleet Management System:

  •  Armada

Perusahaan perlu memilih armada atau kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan, mulai dari jenis hinga ukuran. Anda dapat menggunakan piranti yang cocok dengan armada tersebut lewat fleet management system4.

  • Piranti Pelacak

Data tentang armada dapat diketahui melalui piranti pelacak yang dipasang di setiap armada, mulai dari kinerja sampai konsumsi bagan bakar.Data dapat mudah dicermati lewat aplikasi yang terpasang pada telepon genggam. Selain dipasang pada armada, piranti pelacak dapat dipegang supir armada operasional.

  • Data Seluler atau GPS

Keterhubungan adalah komponen penting pada Fleet Management atau manajemen armada. Piranti pelacak sering menggunakan GPS atau data seluler untuk mengirimkan data penting ihwal kendaraan operasional yang dimiliki perusahaan.

  •  Software Manajemen

Cara menghubungkan berbagai komponen pada Fleet Management tentu membutuhkan software. Nantinya, software manajemen akan dikontrol pegawai agar bisa mengelola manajemen armada.

  • Teknisi dan Operator

Operator, teknisi, supor hingga staf kantor dapat melakukan koordinasi dengan efektif dan efisien lewat data yang disediakan pelacak.

Siklus Manajemen Aset

Ada siklus yang harus dilakukan secara berurutan dalam mengelola aset perusahaan agar manajemen dapat berfungsi optimal. Berikut tahapan siklus manajemen aset5:

  • Perencanaan Kebutuhan

Perencanaan kebutuhan aset harus dapat memberikan informasi tentang tingkat kebutuhan perusahaan atas aset tetap yang akan dikelola. Hal itu baik pengelolaan jangka panjang maupun jangka pendek.Perencanaan kebutuhan aset diharapkan dapat meningkatkan keuntungan dan menekan risiko kerugian perusahaan di masa mendatang.

  • Pengadaan

Pengadaan aset adalah rangkaian kegiatan untuk mendapatkan aset, baik yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan maupun pihak luar yang ditunjuk sebagai penyedia aset.

  • Inventarisasi

Perusahaan perlu melakukan pendataan atau inventarisasi aset berwujud maupun tidak berwujud. Kegiatan itu dapat dengan memberikan kode aset dan menuliskan keterangan mengenai suatu aset.

Keterangan dapat berupa luas aset, lokasi aset, harga perolehan aset, peruntukan aset, spesifikasi aset, bukti kepemilikan aset, hingga identitas penanggung jawab.

Data tersebut kemudian dilaporkan dan didokumentasikan untuk memperoleh data seluruh aset yang dikelola.

  •  Audit

Audit aset merupakan tahapan pemeriksaan mengenai status kepemilikan aset, sistem dan prosedur pengadaan, sistem serta alur pengalihan. Audit aset juga diperlukan untuk menemukan solusi tepat jika ada masalah hukum terkait aset.

  • Pengoperasian dan Pemeliharaan

Perusahaan mengoptimalisasi semua aset yang ada untuk terlibat, sesuai fungsinya masing-masing, dalam aktivitas bisnis. Untuk itu, perusahaan juga perlu melakukan pemeliharaan aset agar dapat berfungsi secara optimal dalam jangka waktu lama.

  • Penilaian

Perusahaan perlu menentukan nilai aset untuk memetakan nilai kekayaan yang dimiliki, yang dialihkan maupun yang dihapus.

  • Penghapusan dan Pengalihan

Perusahaan bakal memutuskan menghapus atau mengalihkan aset jika suatu aset tidak dapat dapat dimanfaatkan lagi. Pengalihan aset adalah pemindahan hak dan/atau tanggung jawab serta wewenang aset pada bidang lain. Adapun pemusnahan aset adalah penghancuran aset untuk mengurangi aset yang dimiliki perusahaan.

  • Pembaruan

Sejumlah aset yang tidak lagi bekerja dengan optimal masih dapat diperbarui untuk dimanfaatkan kembali. Perusahaan dapat melakukan proses peremajaan aset sehingga aset tersebut dapat kembali berfungsi dengan baik.

Manfaat Manajemen Aset untuk Bisnis

Penerapan manajemen aset perusahaan berfungsi mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pemasukan. Ada pula deretan manfaat lain manajemen aset untuk bisnis sebagai berikut6:

  • Memudahkan Penyusunan Anggaran

Penyusunan anggaran perusahaan dapat dibantu dengan sistem khusus dalam manajemen aset. Sistem informasi manajemen aset memungkinkan perusahaan untuk mengetahui kondisi aset. Sehingga, proses penyusunan anggaran perusahaan dapat lebih praktis dan fleksibel.

  • Mempertahankan Nilai Aset

Perusahaan dapat mengurangi risiko kehilangan nilai aset karena rugi atau rusak dengan manajemen aset yang matang.

  • Membuat Manajemen Risiko

Manajemen aset tidak dapat memprediksi ancaman di masa mendatang. Dengan demikian, penerapan manajemen aset perlu dilengkapi pembuatan manajemen risiko untuk membantu perusahaan dalam mengelola ketidakpastian aset di masa mendatang.

Inovasi Manajemen Aset Perusahaan dari Shell

Shell Fleet Card sebagai produk terbaru Shell dapat membantu perusahaan Anda untuk asset tracking atau manajemen aset yang lebih efektif dan efisien.

Sebagai layanan manajemen aset, Shell Fleet Card sebagai Fleet Solution akan membantu Anda melakukan pengalokasian dana secara efisien, kontrol anggaran bahan bakar, menekan waktu administrasi, hingga mengurangi kelalaian pegawai.

Shell Fleet Card menjadi cara kerja cerdas untuk memaksimalkan efisiensi, meningkatkan penghematan, atau membuat pilihan yang lebih berkelanjutan.

Salah satu praktik implementasi kemudahan Shell Fleet Card adalah setiap pengemudi dapat mengisi bahan bakar menggunakan Kartu Armada Shell, tanpa perlu uang tunai, di seluruh stasiun Shell yang tersebar di penjuru Indonesia.

Shell Fleet Card akan membantu Anda dan perusahaan menjalankan manajemen aset dengan lebih cerdas untuk unggul dalam dunia industri yang terus berkembang.

1 https://lifepal.co.id/media/manajemen-aset/

2 http://www2.apwa.net/documents/resourcecenter/ampaper.rtf

3 http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/160/jbptppolban-gdl-selvilesta-7999-3-bab2--5.pdf

4 https://www.shell.co.id/in_id/konsumen-bisnis/shell-fleet-card/fleet-management.html

5 https://www.online-pajak.com/tentang-efiling/manajemen-aset

Baca artikel terbaru kami

Memahami Asset Tracking dan Manfaat Penerapannya

Asset tracking adalah salah satu metode yang digunakan untuk menelusuri aktiva tetap atau aset fisik. Apa manfaatnya?

5 Manfaat Real Time Monitoring pada Bisnis Anda

Real Time Monitoring jadi cara efisien memantau operasional. Shell Fleet Card jadi implementasi Real Time Monitoring yang bermanfaat untuk bisnis Anda.

Bagaimana Cara Kerja RFID & Apa Saja Jenisnya?

Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) bisa meningkatkan performa perusahaan manufaktur. Berikut penjelasannya!