Banyak perusahaan logistik dan transportasi asal-asalan memilih bahan bakar. Padahal penggunaan bahan bakar memengaruhi performa dan kondisi mesin kendaraan.

Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan bahan bakar sesuai dengan rasio kompresi bensin yang tepat. bisa menjaga kondisi mesin lebih lama dan meminimalkan keausan komponen.

Untuk memahami lebih lanjut tentang perbandingan kompresi bensin, efek menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai, efisiensi biaya operasional, hingga cara memilih oktan bensin dari rasio kompresi kendaraan. Berikut informasinya.

Apa Itu Rasio Kompresi Bensin?

Rasio kompresi atau perbandingan kompresi bensin merupakan perbandingan antara volume maksimum dan minimum silinder ketika piston bergerak dan berada di posisi terendah dan tertinggi1.

Perbandingan atau rasio yang tinggi berarti jarak yang semakin besar dan semakin banyak energi mekanik yang dihasilkan.

Itu berarti, semakin tinggi rasio kompresi bensin, semakin banyak pula bahan bakar yang akan digunakan.

Mengenal Nilai RON BBM

Rasio kompresi juga menentukan kandungan jumlah oktan atau molekul penyusun bahan bakar yang akan menentukan besarnya tekanan yang dihasilkan.

Nilai oktan dikenal sebagai Research Octane Number (RON), yakni ukuran jumlah stabilitas dari BBM. Angka ini menentukan tingkat ketukan yang terjadi ketika pembakaran.

Semakin tinggi angka oktan yang digunakan, semakin tinggi suhu pembakaran yang terjadi, dan semakin rendah ketukan yang terjadi.

Dalam hal ini, semakin tinggi rasio kompresi bensin, semakin tinggi pula nilai RON yang dibutuhkan. Mengingat beberapa jenis kendaraan yang memiliki mesin serta rasio kompresi oktan tertentu, maka jenis dan tingkat efisiensi bahan bakar yang dikonsumsi pun berbeda-beda.

Jika rasio kompresi tidak sesuai dengan RON, atau tidak menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin, pembakaran jadi tidak sempurna dan menyebabkan knocking.2

Mengetahui Rasio Kompresi Bensin

Setiap produsen mobil umumnya akan mencantumkan jenis BBM pada setiap yang dijual. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui rasio kompresi bensin dengan menghitungnya sendiri.

Sebagai contoh, pada kendaraan dengan mesin empat silinder 2.000 cc, maka masing-masing silinder memiliki volume 500 cc.

Saat posisi piston di bawah, maka tiap piston akan terisi campuran bensin dan udara sebanyak 500 cc. Namun, saat piston ada di atas, volumenya menjadi 50 cc. Artinya, rasio kompresi mesin tersebut adalah 500:50 atau 10:1.3 4

Saat ini, terdapat enam jenis oktan untuk jenis-jenis produk BBM yang dipasarkan di Indonesia dengan jenis oktan 88 sampai 102 dan rasio kendaraan 7:1 sampai 11:1.5

Contohnya adalah produk Shell Super untuk oktan 92 dan kompresi kendaraan 9:1 dan 10:1, serta VPower dengan oktan 95 dan rasio kompresi kendaraan 10-11:1.

Dampak Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Sesuai

Seperti disebutkan di atas, setiap kendaraan memiliki spesifikasi mesin masing-masing dengan memperhatikan rasio kompresi dan oktan bensin.

Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna atau knocking yang membuat kendaraan tersendat, kurang tenaga, dan mengelitik.

Jika menggunakan BBM dengan RON yang lebih rendah dari spesifikasi, performa mesin seperti akan tertahan atau kurang tenaga.6

Begitu pula ketika menggunakan BBM dengan RON yang lebih tinggi dari spesifikasi, kendaraan akan lebih cepat panas dan mengelitik karena pembakaran terjadi lebih awal.

Penggunaan BBM yang tidak sesuai juga bisa mubazir karena pembakaran tidak sempurna dan meninggalkan kerak di dalam mesin.

Selain mubazir, penggunaan BBM juga bisa lebih boros jika menggunakan RON yang lebih rendah dari spesifikasi.

Oleh karenanya, bagi Anda yang menggunakan kendaraan, utamanya roda empat, untuk bekerja sehari-hari atau memiliki usaha yang berkaitan dengan kendaraan, memahami rasio kompresi dan oktan bensin pun sangat penting.

Selain menjaga mesin kendaraan agar lebih awet, penggunaan bahan bakar yang tepat juga membuat perusahaan lebih hemat bensin.

Untuk memaksimalkan penggunaan kendaraan sesuai rasio kompresi bensinnya, Anda bisa memanfaatkan produk dari Shell yang bernama Shell Fleet Card.

Shell Fleet Card adalah fleet solution berupa kartu yang dilengkapi teknologi sistem informasi sehingga bisa digunakan untuk mengontrol pemakaian BBM mobil operasional.

Lewat Shell Fleet Card, Anda bisa bisa bertransaksi nontunai di semua SPBU Shell. Anda juga bisa meminta pembayaran secara prabayar atau pascabayar untuk memudahkan transaksi.

Bila Anda memiliki banyak armada, Anda bisa mendapatkan laporan pengeluaran untuk BBM secara harian, mingguan, dan bulanan.

Anda juga bisa membatasi alokasi BBM sesuai kebutuhan operasional setiap kendaraan untuk mencegah fraud.

Untuk informasi lebih lengkap tentang Shell Fleet Card, pelajari di kanal resmi Shell Indonesia. Semoga informasi tentang rasio kompresi bensin membantu.

Pelajari Solusi Shell Fleet

Tim Anda

Manfaatkan berbagai keahlian dan peralatan yang akan membantu Anda menjalankan tim yang sehat dan bahagia, demi mendapatkan hasil yang terbaik dari bisnis Anda.

Keamanan

Pantau semua pengeluaran Anda di mana pun dan kapan pun untuk menghindari risiko penyalahgunaan biaya bahan bakar .

Keberlanjutan

Dapatkan rangkaian produk dan layanan terbaru untuk membantu Anda membuat pilihan yang baik untuk lingkungan dan bisnis yang Anda jalankan.

Manajemen

Dengan lebih banyak informasi di ujung jari Anda, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang segala hal, mulai dari penganggaran hingga perencanaan perjalanan.