
Tarikan Enteng, Gas Seharian Lebih Maksimal!
Tarikan gas motor enteng dapat dicapai dengan perawatan rutin seperti membersihkan komponen mesin, memeriksa CVT, serta menggunakan pelumas berkualitas. Perawatan yang tepat membantu meningkatkan performa mesin, membuat berkendara lebih nyaman, dan menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Seiring penggunaan, respon tarikan gas sepeda motor dapat terasa kurang optimal apabila beberapa komponen tidak dirawat dengan baik. Kondisi ini dapat membuat perjalanan berkendara menjadi kurang nyaman. Lantas, bagaimana cara menjaga atau membuat tarikan gas enteng?
Sebelum melangkah lebih jauh untuk mengatasi permasalahan, kenali dulu apa penyebab dari tarikan gas sepeda motor lemah dan tidak stabil. Setelah itu ikuti tips untuk membuat tarikan gas sepeda motor menjadi lebih enteng seperti yang akan dibahas dalam artikel ini.

Untuk membuat tarikan gas sepeda motor menjadi lebih enteng memang membutuhkan perhatian ekstra dan konsistensi saat melakukan perawatan. Ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kinerja gas.
Berikut adalah cara untuk membuat tarikan gas sepeda motor enteng 1, 2.
1. Bersihkan dan Lumasi Handle Grip Sepeda Motor
Handle grip digunakan untuk menarik gas saat berkendara. Biasanya gas menjadi berat karena pegangannya sudah tidak terlumasi lagi dengan baik sehingga selongsong di dalamnya mengalami gesekan yang cukup besar.
Sebelum menggunakan pelumas dengan merata, bersihkan grip-nya terlebih dahulu. Namun, jangan gunakan pelumas mesin untuk ini karena dapat membuat handle grip semakin longgar. Gunakan pelumas atau cairan perawatan yang direkomendasikan untuk throttle tube atau handle grip agar putaran gas tetap halus dan responsif.
2. Periksa Kondisi Kabel Gas
Pastikan kabel gas tidak melilit, tertekuk, atau terjepit. Luruskan kembali kabel jika itu terjadi. Jangan biarkan pula kabel menjadi karatan atau terlihat kasar. Segera gunakan kabel yang baru supaya tarikan gas tidak tersendat-sendat karena pengaruh kabel.
3. Bersihkan Sistem Asupan Bahan Bakar Sesuai Jenis Motor
Pada motor karburator, kebersihan komponen pembakaran dan suplai bahan bakar dapat memengaruhi respon mesin. Sedangkan pada motor injeksi, throttle body dan injector juga perlu dirawat secara berkala. Membersihkan karburator sepeda motor dari debu dan kotoran yang menempel dapat membuat tenaga mesin semakin besar. Sehingga gas juga akan semakin enteng ketika diputar.
4. Gunakan Pelumas Sepeda Motor yang Sesuai
Pelumas yang digunakan pada mesin harus sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pelumas yang cocok dengan spesifikasi sepeda motor akan meningkatkan performa mesinnya. Namun, perhatikan juga teknologi yang digunakan dalam produk cairan tersebut.
Penggunaan pelumas yang sesuai spesifikasi dapat membantu menjaga performa mesin tetap optimal dan mendukung respon berkendara yang lebih nyaman.
5. Bersihkan Filter Udara Secara Rutin
Jika filter udara selalu dalam keadaan bersih, pembakaran yang terjadi dalam mesin sepeda motor juga akan baik. Kondisi filter udara yang bersih membantu menjaga suplai udara tetap optimal sehingga respon mesin tetap baik.
Perawatan yang dapat membuat kinerja mesin sepeda motor menjadi lebih optimal dapat membantu agar tarikan gas enteng, oleh karena itu, lakukan servis sepeda motor secara rutin agar kendaraan tetap stabil dan tidak tersendat-sendat di tengah jalan.
1 https://www.wahanaritelindo.com/artikel/Mudah-Ini-4-Cara-agar-Tarikan-Gas-Sepeda motor-Enteng
2 https://moservice.id/news/cara-agar-tarikan-gas-sepeda motor-matic-enteng

Pada keadaan tertentu, tarikan gas sepeda motor lemah bisa tiba-tiba terjadi. Jika kondisi ini terjadi saat berkendara, ada beberapa penyebab yang bisa Anda periksa untuk mengatasi permasalahan ini. Segera periksa agar masalah tersebut tidak semakin besar dan berpengaruh pada komponen-komponen utama lainnya 3.
1. Tidak Ganti Pelumas Secara Teratur
Cairan pelumas yang sudah digunakan cukup lama akan menurun kualitasnya dan tidak dapat melumasi serta membersihkan mesin secara maksimal lagi. Apabila sepeda motor tidak diganti pelumasnya saat waktunya sudah tiba, akan ada beberapa dampak yang muncul seperti performa sepeda motor jadi turun, tarikan gas melemah, serta dapat membuat komponen mesin rusak.
2. Pelumas yang Digunakan Tidak Sesuai
Setiap kendaraan bersepeda motor sudah memiliki buku manual masing-masing yang berisi spesifikasi pelumas yang cocok digunakan untuk mesinnya. Kinerja mesin dapat menurun seiring waktu jika pelumas sepeda motor yang digunakan berbeda dengan spesifikasi yang ditentukan. Alhasil, tarikan gas menjadi lebih berat.
Tidak hanya spesifikasi pelumas yang perlu sesuai, tapi level pelumas juga perlu sering diperiksa agar tidak sampai kurang atau kering sendiri. Kondisi ini dapat membuat mesin cepat rusak dan sepeda motor mogok di jalan.
3. Komponen CVT (Continuously Variable Transmission) Bermasalah
CVT mengatur perpindahan gigi pada sepeda motor matic secara otomatis. Namun, ketika komponen ini bermasalah atau aus, penyaluran tenaga ke roda akan terhambat sehingga gas akan terasa cukup berat saat digunakan. Lakukan pemeriksaan rutin pada roller, belt, dan komponen CVT lainnya sesuai jadwal servis agar penyaluran tenaga tetap optimal.
4. Karburator/Injektor dan Busi Kotor
Karburator/injektor dan busi yang berperan penting pada sistem pembakaran mesin akan membuat tenaga mesin menjadi turun karena pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Respon gas saat digunakan juga akan lebih lemah daripada biasanya.
5. Setelan Klep dan Kompresi Mesin Turun
Klep yang mengatur aliran udara masuk dan keluar juga berperan penting pada sistem pembakaran. Pastikan celah klep tidak terlalu rapat dan tidak renggang karena dapat menyebabkan kompresi bocor sehingga tenaga yang dihasilkan akan berkurang. Akibatnya, tarikan gas juga ikut melemah.

Cairan pelumas merupakan salah satu item penting yang harus rutin diganti dan dipakai sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pabrikan. Penggunaan pelumas yang sesuai spesifikasi dapat membantu menjaga performa mesin dan mendukung respon tarikan gas tetap optimal.
Namun, tidak semua produk pelumas sepeda motor itu sama meski memiliki spesifikasi yang sesuai. Pelumas Shell Advance dilengkapi berbagai teknologi untuk membantu menjaga kebersihan mesin, mendukung performa kendaraan sesuai kebutuhan penggunaannya, serta membantu melindungi komponen dari gesekan berlebihan.
Pelumas Shell Advance juga tetap akan stabil meski digunakan dalam cuaca panas terik sekalipun. Walaupun kondisi macet di lampu merah atau perjalanan jauh dengan suhu ekstrem, Pelumas yang sesuai spesifikasi membantu menjaga kestabilan pelumasan pada suhu kerja tinggi dan mendukung performa mesin tetap optimal.
Penggunaan pelumas yang sesuai dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga performa mesin tetap responsif. Cairan pelumas Shell Advance akan membuat mesin awet dengan perlindungan anti ausnya yang membuat komponen utama mesin seperti klep dapat bekerja lebih halus. Inilah yang membuat agar tarikan gas tetap enteng meski digunakan dalam jangka panjang.
Kondisi pelumas merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi respons tarikan gas sepeda motor, oleh karena itu, selalu periksa kondisi dan ganti dengan pelumas berkualitas seperti Shell Advance secara rutin. Jangan biarkan tarikan gas sepeda motor yang lemah itu mengganggu perjalanan Anda!
FAQs:
1. Bisakah tarikan gas yang berat menyebabkan konsumsi bensin lebih boros?
1. Bisakah tarikan gas yang berat menyebabkan konsumsi bensin lebih boros?
Jawab: Ya. Hal itu terjadi karena mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama, sehingga butuh lebih banyak bahan bakar. Respon mesin yang lebih optimal dapat membantu efisiensi bahan bakar, tergantung gaya berkendara dan kondisi kendaraan.
2. Apakah tekanan ban berpengaruh pada tarikan gas sepeda motor?
2. Apakah tekanan ban berpengaruh pada tarikan gas sepeda motor?
Jawab: Ya. Ban yang kekurangan angin menciptakan hambatan gulir lebih besar, sehingga sepeda motor terasa berat saat gas diputar. Pastikan tekanan ban selalu sesuai sebelum berangkat melakukan perjalanan.