Lewati ke konten utama
Seorang mekanik Shell sedang memeriksa oli mobil menggunakan dipstick.

Mitos atau Fakta: Oli Hitam Berarti Mesin Rusak?

Oli mesin yang cepat menghitam sering disalahartikan sebagai tanda kerusakan mesin. Faktanya, oli berkualitas justru bekerja aktif membersihkan kotoran. Artikel ini membahas penyebab oli hitam, waktu penggantian ideal, serta cara memilih oli dengan perlindungan optimal.

"Pelumas baru diganti kok sudah hitam? Ini pasti pelumas palsu atau mesin saya rusak!"

Pernah mendengar keluhan pengguna mobil yang seperti ini? Ternyata, masih banyak orang yang beranggapan bahwa pelumas mobil cepat hitam berarti mesinnya rusak. Namun, sebenarnya, apakah pernyataan tersebut fakta atau hanya mitos yang beredar di kalangan pemilik kendaraan roda empat?

Untuk mengetahui hal itu, sebagai pemilik mobil atau orang yang bekerja di dunia otomotif, Anda perlu mengetahui beberapa hal seperti penyebab pelumas mesin hitam, kapan harus menggantinya, dan bagaimana cara memilih pelumas yang tepat untuk mesin kendaraan. Dari pengetahuan tersebut nantinya akan tersingkap mengenai apakah pelumas yang hitam ini memang pertanda mesin mobil rusak atau bukan.

Penyebab Pelumas Mesin Hitam

Seorang mekanik Shell sedang memeriksa oli mobil menggunakan dipstick

Utamanya, pelumas mesin bekerja sebagai pelindung, pembersih, dan pendingin. Pelumas yang telah bekerja dengan maksimal dalam tiga lingkup tersebut akan menjadikan warna pelumas menjadi hitam. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab pelumas mesin hitam.

1. Pelumas Bekerja dengan Baik

Para ahli di bidang otomotif menyebutkan bahwa pelumas yang menghitam, terutama pelumas berkualitas tinggi seperti Shell Helix Ultra, justru menunjukkan bahwa produknya sudah bekerja dengan baik. Salah satu jenis aditif, yaitu aditif detergen di dalam pelumas berhasil "membersihkan" dan "mengikat" jelaga (kotoran sisa pembakaran) agar tidak menempel di mesin.

2. Oksidasi Pelumas

Paparan suhu mesin yang sangat tinggi secara terus-menerus dapat mempercepat proses oksidasi pada pelumas. Proses oksidasi inilah yang membuat pelumas berubah warna menjadi lebih hitam. Oleh karena itu, penggunaan pelumas yang tidak mudah teroksidasi adalah hal yang penting agar mesin memiliki kinerja yang selalu optimal.

3. Jarak Penggantian Pelumas yang Terlalu Jauh

Pelumas mesin mobil memiliki interval penggantian tersendiri yang ditentukan dalam buku manual pabrikan. Semakin lama pelumas digunakan, semakin banyak kotoran yang terbawa. Kondisi ini membuat pelumas menggelap dan mengental, sehingga performanya tidak lagi maksimal.

4. Kontaminasi Lainnya

Selain jelaga hasil pembakaran, pelumas bisa juga terkontaminasi dengan zat lainnya yang membentuk endapan atau sludge yang berwarna gelap. Kontaminan tersebut meliputi debu, partikel logam halus dari komponen mesin yang aus, serta kemungkinan cairan pendingin yang bocor.

5. Kualitas Pelumas yang Rendah

Zat kimia yang membantu pelumas untuk meningkatkan kinerja dan memperpanjang umur mesin kendaraan adalah aditif. Ketika aditif yang ditambahkan ke dalam bahan dasar pelumas minim, maka kualitas pelumas menjadi rendah dan menjadi lebih cepat berubah warna menjadi hitam.

Pada pelumas Shell Helix Ultra, aditif detergen digunakan untuk membantu mengangkat dan menghilangkan jelaga di dalam pelumas. Tidak hanya itu, pelumas yang berfokus pada kebersihan dan kinerja mesin yang optimal ini juga menggunakan Active Cleansing Technology (ACT) dan PurePlus Technology yang terbuat dari gas alam murni, sehingga pelumas ini dapat menjaga mesin secara maksimal agar terbebas dari kotoran.

Kapan Harus Ganti Pelumas Mobil?

Salah satu penyebab pelumas mesin hitam adalah karena pelumas telah bekerja dengan baik untuk membersihkan dan mengoptimalkan kinerja mesin. Oleh karena itu, saat warnanya sudah berubah menjadi hitam, pemilik kendaraan harus segera mengganti dengan pelumas yang baru.

Pelumas hitam tidak dapat bekerja dengan maksimal lagi, bahkan di beberapa situasi dapat membuat mesin menjadi rusak. Pemeriksaan pelumas secara rutin memang penting untuk dilakukan untuk mengantisipasi pelumas hitam mengendap terlalu lama di dalam mesin.

Namun, pada umumnya penggantian pelumas mesin mobil harus dilakukan sesuai panduan dari pabrikan. Biasanya setelah mesin menempuh jarak antara 5.000–15.000 kilometer atau dalam waktu 3–6 bulan sekali1.

Ada beberapa kondisi khusus yang membuat pelumas mobil perlu segera diganti karena sudah bekerja secara maksimal, yaitu warnanya sudah berubah menjadi hitam. Meskipun belum menempuh jarak dan umur yang telah ditentukan, pelumas hitam tetap perlu segera diganti.

Cara Memilih Pelumas yang Tepat dengan Pembersihan Terbaik

Seorang mekanik Shell sedang menuangkan oli Shell Helix Ultra ke mesin mobil dengan menggunakan corong.

Kebenaran dari pernyataan bahwa pelumas mobil cepat hitam berarti mesinnya rusak adalah mitos belaka. Pelumas memang bekerja secara aktif dan menjadi kotor untuk membersihkan mesin. Lantas, bagaimana caranya memilih pelumas yang tepat dengan kemampuan pembersihan dan perlindungan terbaik? Simak tips berikut:

1. Sesuaikan dengan Rekomendasi Pabrikan

Pabrik yang telah memproduksi mobil tentu sudah mengetahui pelumas yang cocok digunakan untuk hasil produksinya. Oleh karena itu, sebelum melihat kelebihan dari suatu produk pelumas lebih lanjut, pastikan spesifikasi pelumas yang dipilih sudah sesuai dengan anjuran dari pabrikan.

2. Periksa Standar Sertifikasi pada Kemasan

Salah satu standar sertifikasi tertinggi pada pelumas mobil sekarang adalah API (American Petroleum Institute)2 SQ. Shell Helix Ultra menjadi salah satu merek pelumas pertama yang berhasil lolos uji coba untuk mendapatkan sertifikasi ini.

Standar API SQ menuntut pelumas untuk memiliki kemampuan superior dalam mengontrol deposit/sludge. Kemampuan "aktif membersihkan" inilah yang membuat pelumas berubah warna saat bekerja. Penggunaan pelumas dengan standar ini akan membuat mesin dapat bekerja lebih mulus dan umur yang lebih awet.

Pelumas yang sudah lolos uji API SQ, seperti Shell Helix Ultra ini merupakan pelumas yang sangat direkomendasikan untuk kendaraan roda empat, terutama untuk mesin modern. Oli yang bagus tidak dinilai dari warnanya setelah dipakai, tetapi dari kemampuannya yang telah teruji untuk aktif membersihkan dan melindungi mesin secara total.

3. Tanyakan pada Ahlinya

Jika Anda masih ragu dalam memilih jenis pelumas, konsultasikan dengan ahli otomotif untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai. Biasanya mereka akan memberikan rekomendasi produk pelumas terbaik yang memiliki teknologi unggul dalam membantu kinerja mesin kendaraan.

Pada intinya, memilih pelumas yang tepat adalah dengan melihat spesifikasi dan teknologi yang dikembangkan di dalamnya. Memilih pelumas yang tidak cepat menghitam karena takut mesin cepat rusak adalah pandangan yang keliru. Sebagai pemilik kendaraan, Anda harus lebih fokus untuk mencari pelumas yang terbukti mampu membersihkan dan melindungi secara maksimal, seperti Shell Helix Ultra.

Dengan PurePlus Technology dan ACT, pelumas Shell Helix Ultra mampu memberikan perlindungan menyeluruh, mulai dari membersihkan mesin, mengontrol deposit, dan melindungi komponen vital dari keausan. Gunakan produk Shell Helix Ultra untuk menjaga kesehatan mesin kendaraan Anda dalam jangka panjang.

1 https://wuling.id/id/blog/autotips/ganti-oli-mobil-setiap-berapa-km-ini-panduan-lengkapnya

2 https://www.api.org/

FAQs:

1. Apa yang terjadi jika pelumas tidak diganti meski sudah menghitam?

Jawab: Pelumas tidak dapat bekerja denagn maksimal lagi dan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin, overheating, boros bahan bakar, dan menurunnya performa mesin.

2. Apakah pelumas yang agak menghitam boleh dicampur dengan pelumas baru?

Jawab: Tidak disarankan. Pelumas yang sudah mulai menghitam tandanya sudah bekerja setengah jalan dan kemampuannya sudah tidak sebagus pelumas baru. Selain itu, mencampurkan keduanya dapat membuat pelumas baru tidak dapat melumasi dengan maksimal dan mengacaukan jadwal ganti pelumas secara rutin.