Lewati ke konten utama
Seorang mekanik Shell sedang melihat dipstick yang digunakan untuk memeriksa kondisi oli mobil.

Mitos atau Fakta: Jangan Sampai Salah Kaprah Soal Oli Transmisi!

Banyak mitos tentang oli transmisi yang masih dipercaya hingga kini. Artikel ini membahas perbedaan fungsi oli mesin dan oli transmisi, risiko salah penggunaan, tanda oli transmisi harus diganti, serta pentingnya memilih pelumas sesuai spesifikasi kendaraan.

Ada mitos yang beredar tentang oli transmisi mobil matik di kalangan pengendara atau para mekanik. Pernyataan seperti, "Cairan transmisi manual (MT) dan otomatis (AT/CVT) itu sama saja. Menggunakan oli mesin (seperti Shell Helix) untuk transmisi juga tidak masalah karena semuanya pelumas, kan?" pun sering terdengar.

Mitos atau fakta tentang oli ini sebenarnya bisa terjadi karena banyak orang yang masih meraba-raba tentang beda oli mesin dan transmisi pada mobil. Namun, sebenarnya apakah pernyataan bahwa oli mesin seperti Shell Helix juga bisa digunakan sebagai oli transmisi itu benar? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Beda Oli Mesin dan Transmisi

Seorang mekanik Shell sedang memeriksa kondisi komponen mobil.

Oli transmisi merupakan cairan yang berfungsi untuk melumasi komponen mesin bagian transmisi, seperti gear, gigi pemindah, poros transmisi, dan lainnya agar komponen-komponen tersebut dapat bekerja dengan baik. Perpindahan tenaga seperti pergantian gigi mobil bisa dilakukan dengan baik karena menggunakan oli transmisi yang tepat.

Oli mesin berfungsi melumasi komponen penyusun mesin agar terlindungi dan tidak saling bergesekan, seperti piston, silinder mesin, dan komponen internal lainnya.

Penggunaan oli mesin pada transmisi, atau sebaliknya, merupakan kesalahan serius. Bahkan menurut ahli mekanik, praktik ini termasuk salah satu kesalahpahaman paling berbahaya. Pasalnya, oli mesin (seperti Shell Helix) dan cairan transmisi (seperti Shell Spirax) memiliki fungsi serta formula yang sangat berbeda.

Oli mesin dirancang untuk membersihkan kotoran di dalam mesin, melindungi komponen dari gesekan, serta menahan panas ekstrem dari silinder. Sementara itu, cairan transmisi diformulasikan untuk mendukung perpindahan gigi dengan friksi yang spesifik, sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan media tekanan hidrolik.

Akibat Salah Isi Oli Transmisi

Seorang pengemudi sedang memindahkan gigi mobil.

Oli transmisi tidak dirancang seperti oli mesin, begitu pula oli mesin tidak dirancang fungsinya seperti oli transmisi. Menggunakan cairan yang salah akan menyebabkan kegagalan transmisi yang fatal, misalnya roda gigi hancur dan kampas kopling selip. Begitu juga sebaliknya yang terjadi jika oli transmisi digunakan sebagai oli mesin dapat menyebabkan mesin cepat aus, overheating, bahkan performanya bisa langsung menurun.

Setiap sistem yang berbeda tentu membutuhkan pelumas yang spesifik. Pada komponen utama penyusun mesin, dibutuhkan oli mesin andal seperti Shell Helix Ultra yang menggunakan teknologi PurePlus. Teknologi ini dibuat dari gas alam murni sehingga mampu membersihkan kotoran pada mesin dengan sangat baik. Selain itu, oli mesin ini juga dirancang khusus untuk performa dan perlindungan mesin yang maksimal.

Sedangkan pada komponen transmisi, pemilik kendaraan memerlukan cairan khusus transmisi, seperti Shell Spirax ATF 6 untuk transmisi otomatis yang menggunakan gigi bertingkat atau Spirax S5 CVT X untuk transmisi CVT tanpa gigi bertingkat.

Keunggulan menggunakan oli transmisi Shell Spirax ATF 6 dan Shell Spirax S5 CVT X adalah cairan ini bisa digunakan untuk berbagai tipe mobil dengan viskositas rendah. Selain itu, kinerjanya yang lancar dengan mengurangi gesekan membuat bahan bakar jauh lebih irit. Perpindahan gigi juga menjadi lebih responsif dan terlindungi dari keausan1.

Tanda Oli Transmisi Harus Diganti

Selain pada fungsinya, beda oli mesin dan transmisi juga terletak pada tanda-tanda pergantian olinya. Pada oli mesin, pergantian cairan dilakukan ketika sudah waktunya, warna oli sudah kotor, ada bunyi-bunyi aneh pada mobil, dan lainnya.

Sedangkan beberapa tanda oli transmisi harus diganti adalah sebagai berikut ini:

1. Bunyi Dengung

Jika gesekan antarkomponen transmisi sudah tidak semulus biasa dan mulai bersinggungan, suara dengung akan terdengar, biasanya bunyi ini berasal dari bawah kendaraan. Kondisi ini menunjukkan kalau perpindahan tenaga atau gigi sudah tidak berjalan dengan baik. Segera ganti oli transmisi sebelum terjadi kerusakan lebih lanjut.

2. Perpindahan Gigi Terasa Kasar

Pada mobil manual, biasanya saat pengendara mengganti gigi perpindahannya akan terasa halus. Namun, jika pada suatu waktu terjadi sentakan atau perpindahan gigi terasa kasar, bisa jadi penyebabnya adalah kemampuan hidrolik ATF sudah menurun atau kampas kopling sudah menipis. Dibutuhkan pergantian cairan transmisi untuk memberikan pelumasan yang lebih baik agar perpindahan gigi bisa mulus kembali.

3. Warna Oli Sudah Menghitam

Warna oli transmisi idealnya adalah merah cerah. Hanya saja ketika sudah terlalu lama digunakan atau telah bekerja dengan maksimal, oli bisa berubah warna menjadi cokelat, hitam, atau bahkan hingga berbau gosong. Bisa juga ditandai dengan asap yang mengebul. Periksa secara rutin warna oli transmisi untuk memastikan komponen transmisi terlumasi dengan baik. 

4. Jarak Tempuh Sudah Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Setiap mobil memiliki buku panduan manual dari pabrikan. Baik untuk pergantian oli mesin maupun oli transmisi sudah dicantumkan di sana. Jika tidak memiliki tanda-tanda ganti oli seperti yang telah disebutkan, sebaiknya mengikuti buku panduan kapan waktu yang tepat untuk mengganti cairan transmisi.

Pada umumnya waktu ganti oli transmisi cukup bervariasi, baik untuk mobil manual ataupun matik, mulai dari saat penggunaan mobil sudah mencapai 20.000 kilometer, 40.000 kilometer, hingga 80.000 kilometer. Mobil yang sering berada dalam tekanan yang berat, seperti kondisi macet parah atau sering mengalami mesin yang stop-and-go sebaiknya mengganti oli setelah menempuh jarak 20.000 kilometer.

Oli transmisi mobil matik biasanya diganti setelah penggunaannya sejauh 40.000–50.000 kilometer. Sedangkan pada mobil manual, pergantian oli bisa lebih lama lagi, yaitu setelah menempuh jarak antara 80.000–100.000 kilometer2.

Penggunaan oli yang tepat sesuai dengan kegunaan masing-masing adalah investasi dini yang bernilai sangat mahal. Beda oli mesin dan transmisi dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja tiap komponen, terutama jika terjadi kesalahan penggunaan. Dampaknya bukan hanya pada penurunan performa, tetapi juga berisiko menyebabkan kerusakan pada komponen penting yang tentu membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, baik untuk oli mesin maupun oli transmisi, penting memilih produk andal yang mampu memberikan perlindungan dan performa optimal. Shell menghadirkan rangkaian pelumas berkualitas untuk kebutuhan tersebut, seperti Shell Helix Ultra yang dirancang untuk menjaga performa dan perlindungan mesin secara maksimal, serta Shell Spirax yang disesuaikan dengan jenis transmisi kendaraan, termasuk Spirax S6 ATF untuk transmisi otomatis dan Spirax S5 CVT X untuk transmisi CVT agar perpindahan tenaga tetap halus dan optimal.

Oli mesin dan oli transmisi dari Shell bisa didapatkan di bengkel rekanan Shell yang tersebar di seluruh Indonesia atau melalui e-commerce resminya. Jangan biarkan mitos tentang oli mesin dan oli transmisi ini merusak mobil Anda. Pilih oli Shell untuk memberikan perlindungan dan performa mesin yang memuaskan setiap harinya.

1 https://www.shell.co.uk/fuels-oils-and-coolants/shell-engine-oils/shell-spirax-automatic-transmission-fluids.html

https://otomotifnet.gridoto.com/read/233970511/setiap-berapa-kilometer-oli-transmisi-mobil-matik-harus-ganti

https://www.doktermobil.com/matic/oli-transmisi-mobil/

FAQs:

1. Ada berapa jenis oli transmisi mobil?

Jawab: Ada 4 jenis oli transmisi berdasarkan jenis mobil, yaitu oli transmisi manual (MTF) untuk mobil manual, oli transmisi matik (ATF) untuk mobil matik konvensional, oli transmisi matik CVT (CVTF) untuk mobil CVT, dan oli transmisi dual clutch (DCTF) untuk mobil modern berteknologi DCT3.

2. Apakah bisa menggunakan oli transmisi mobil matik pada mobil manual?

Jawab: Tidak bisa. Hal ini karena mobil matik, matik konvensional, CVT, bahkan DCT memiliki spesifikasi yang berbeda. Jadi, membutuhkan oli sesuai spesifikasi masing-masing mobil.

3. Apa yang terjadi jika tidak mengganti oli transmisi dalam jangka waktu lama?

Jawab: Komponen transmisi bisa saling bergesekan dan aus serta perpindahan tenaganya menjadi kasar dan macet. Oleh karena itu, ganti oli secara teratur agar sistem transmisi mobil tetap halus.