
Sistem Informasi Logistik, Peran, Komponen, dan Manfaatnya
Sistem informasi logistik membantu pengelolaan distribusi dan rantai pasok lebih efisien. Pelajari peran, komponen, manfaat, hingga contohnya.
Sistem informasi logistik merupakan sistem operasional yang dibuat untuk melaksanakan dan mengelola informasi dalam proses logistik. Dimulai dari pengadaan, penyimpanan, sampai ke bagian distribusi barang.
Adanya sistem ini memungkinkan perusahaan untuk memantau, mengontrol, dan juga mengevaluasi aktivitas logistik yang dijalankan perusahaan. Sistem ini juga dapat memantau kegiatan logistik secara lebih akurat dan efisien.
Apa Itu Sistem Informasi Logistik?
Secara umum, sistem informasi logistik adalah sistem operasional yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu operasional sebuah perusahaan. Baik dalam pengadaan, penyimpanan supply, sampai dengan barang yang akan didistribusikan keluar.
Menurut Bowersox & Closs (2022), sistem informasi logistik merupakan perangkat teknologi yang memproses kelola aliran material dan informasi dalam supply chain. Sistem ini berperan penting untuk meningkatkan efisiensi dan juga efektivitas kegiatan logistik melalui teknologi informasi.
Alasan Sistem Informasi Logistik Menjadi Penting

Sistem informasi logistik tidak hanya menjadi alat bantu bagi perusahaan, tapi adalah fondasi utama juga dari supply chain management. Dalam dunia bisnis yang berkembang secara pesat, adanya sistem ini dapat menjadi keunggulan perusahaan dalam mengambil keputusan mengenai data secara real-time. Sistem juga dapat melakukan beberapa hal untuk perusahaan, seperti:
- Merespon perubahan yang diinginkan pasar.
- Dapat menyesuaikan pengadaan.
- Memastikan setiap proses logistik perusahaan berjalan dengan efektif dan lancar.
Peran Sistem Informasi Logistik
Sistem ini terintegrasi antara manusia dan juga mesin untuk memberi informasi sedetail mungkin untuk membantu kegiatan logistik agar berjalan dengan lancar. Sistem ini juga bertujuan menyediakan informasi yang dapat dianalisa, perencanaan strategi, operasional logistik, dan juga pengendalian.
Sistem ini akan memproses suatu data menjadi sebuah informasi. Lebih tepatnya adalah data yang belum siap digunakan menjadi data yang siap digunakan untuk diberi ke konsumen. Sistem ini mempunyai beberapa kegunaan utama, yaitu:
- Mengumpulkan data sebagai masukan perusahaan
- Memproses data-data tersebut melalui perhitungan
- Memperoleh informasi untuk menjadi output
Komponen Sistem Informasi Logistik
Dalam sistem informasi logistik, setiap komponen memiliki peran yang saling mendukung untuk memastikan arus barang dan informasi berjalan lancar. Integrasi antar komponen ini memungkinkan perusahaan mengelola proses penyimpanan, distribusi, hingga pelaporan secara lebih efisien dan terkontrol.
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras merupakan infrastruktur fisik yang menjadi fondasi operasional sistem informasi logistik. Komponen ini meliputi server, komputer, perangkat pemindai barcode, hingga perangkat mobile yang digunakan untuk memantau dan mencatat pergerakan barang secara real-time.
2. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak berfungsi sebagai sistem yang mengatur dan mengintegrasikan berbagai proses logistik secara digital. Contohnya meliputi Warehouse Management System (WMS), Transportation Management System (TMS), serta Enterprise Resource Planning (ERP) yang membantu perencanaan, pengendalian, dan koordinasi aktivitas logistik.
3. Basis Data (Database)
Basis data berperan sebagai pusat penyimpanan informasi yang terstruktur dan mudah diakses. Data yang tersimpan mencakup informasi persediaan, pengiriman, distribusi, hingga laporan kinerja yang dibutuhkan dalam proses analisis dan pengambilan keputusan.
Manfaat Sistem Informasi Logistik

Adanya sistem informasi logistik juga bermanfaat bagi perusahaan. Manfaat-manfaatnya sebagai berikut:
1. Real-time monitoring
Dengan sistem yang terhubung secara digital, perusahaan dapat meninjau pergerakan logistik secara real-time. Ini dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan secara cepat, apalagi di situasi yang darurat atau pun saat adanya permintaan dari konsumen secara mendadak.
2. Mengoptimalkan persediaan
Sistem informasi ini juga dapat memprediksi stok dan juga tren pasar saat itu. Dengan bantuan ini, perusahaan dapat menghindari terjadinya overstock atau pun kehabisan stok yang dapat merugikan perusahaan.
3. Meminimalisir biaya
Adanya sistem ini juga dapat mengefisiensi biaya operasional tambahan dan juga mengurangi human error. Optimalisasi dalam penginputan data, laporan, dan rencana pengiriman dapat memotong waktu kerja karyawan dan juga tenaga yang mereka keluarkan.
4. Tracking dan reporting logistik
Sistem ini menyediakan laporan dan juga analitik logistik yang dapat membantu perusahaan untuk mengevaluasi kegiatan logistik. Laporan ini dapat digunakan untuk mengetahui apa saja kesalahan dalam sistem, perusahaan juga bisa membuat strategi yang lebih akurat apabila adanya perbaikan.
Contoh Sistem Informasi Logistik
Ada beberapa contoh sistem logistik yang biasanya digunakan oleh perusahaan, yaitu:
1. Mengelola Aliran Barang
Sistem ini dapat memantau proses distribusi sampai dengan pengiriman barang dan sampai ke tangan konsumen. Ini dapat memudahkan pekerja perusahaan untuk memberikan informasi kepada konsumen saat tahap distribusi.
2. Koordinasi Pengiriman
Sama seperti poin sebelumnya, pekerja dapat bekerja sama dengan staff lain maupun konsumen untuk melacak barang saat proses distribusi. Membuat komunikasi tiap staff lebih mudah melalui sistem ini.
3. Mengelola Persedian Barang
Dengan adanya fitur ini, staff atau bahkan perusahaan dapat menjaga ketersediaan stok. Mereka dapat memantau atau melacak apakah barang yang dimiliki perusahaan overstock atau kehabisan stok. Jadi, perusahaan dapat menghindari risiko kerugian di masa depan.
Shell Card Sebagai Sistem Informasi Logistik

Shell Fleet Card dapat menjadi komponen penting dalam sistem informasi logistik karena membantu perusahaan mengelola pengeluaran bahan bakar dan biaya operasional armada secara efisien. Dengan data transaksi yang terperinci dan laporan real-time, kartu ini memungkinkan manajer logistik untuk memantau kinerja armada, mengidentifikasi pola konsumsi bahan bakar, dan mengoptimalkan rute pengiriman.
Integrasi Shell Fleet Card dalam sistem logistik memperkuat kontrol biaya dan transparansi, mendukung efisiensi rantai pasokan secara keseluruhan. Selain itu, sistem pelaporan yang disediakan mempermudah analisis dan perencanaan yang lebih akurat dalam operasi logistik.
Kesimpulan
Sistem informasi logistik dapat bermanfaat bagi perusahaan dalam mengatur proses logistik dan juga memantau proses lanjut dari mendistribusikan barang sampai barang tersebut sampai ke tangan konsumen. Perusahan juga bisa mengoptimalkan waktu kerja mereka, dengan bantuan sistem ini mereka bisa mengurangi biaya yang mungkin akan dikeluarkan perusahaan apabila terjadi kesalahan dalam proses distribusi.

Shell Fleet Insight
Kartu BBM Pascabayar untuk efisiensi operasional armada, yang menawarkan kemudahan, fleksibilitas, kontrol, transparansi, dan penghematan untuk efisiensi perusahaan Anda.
Frequently Asked Questions
1. Apa perbedaan sistem informasi logistik dengan supply chain management (SCM)?
1. Apa perbedaan sistem informasi logistik dengan supply chain management (SCM)?
Sistem informasi logistik adalah alat berbasis teknologi untuk mengelola data dan proses logistik. Sementara itu, SCM mencakup strategi dan pengelolaan seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir.
2. Apakah sistem informasi logistik hanya cocok untuk perusahaan besar?
2. Apakah sistem informasi logistik hanya cocok untuk perusahaan besar?
Tidak. Perusahaan kecil dan menengah juga dapat menggunakan sistem ini untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kesalahan pencatatan.
3. Berapa lama implementasi sistem informasi logistik biasanya dilakukan?
3. Berapa lama implementasi sistem informasi logistik biasanya dilakukan?
Waktu implementasi tergantung pada skala bisnis dan kompleksitas sistem. Umumnya bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
4. Apa tantangan dalam menerapkan sistem informasi logistik?
4. Apa tantangan dalam menerapkan sistem informasi logistik?
Tantangan yang sering muncul meliputi biaya awal investasi, pelatihan karyawan, serta integrasi dengan sistem yang sudah ada.
5. Apakah sistem informasi logistik dapat diintegrasikan dengan sistem lain?
5. Apakah sistem informasi logistik dapat diintegrasikan dengan sistem lain?
Ya. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan sistem akuntansi, manajemen gudang, hingga sistem ERP untuk menciptakan alur data yang lebih terhubung.
6. Bagaimana cara mengukur keberhasilan sistem informasi logistik?
6. Bagaimana cara mengukur keberhasilan sistem informasi logistik?
Keberhasilan dapat diukur melalui peningkatan efisiensi operasional, penurunan biaya logistik, akurasi data yang lebih tinggi, serta peningkatan kepuasan pelanggan.
Referensi:
1. https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/logistics-information-system
2. https://www.supplychainquarterly.com/articles/2310-what-is-logistics
3. https://www.mhlnews.com/technology-automation/article/22052344/what-is-a-warehouse-management-system-wms
4. https://www.gartner.com/en/information-technology/glossary/transportation-management-systems-tms
5. https://www.investopedia.com/terms/e/erp.asp
6. https://www.oracle.com/scm/what-is-supply-chain-management/
7. https://www.techtarget.com/searcherp/definition/logistics-management
8. https://www.shell.co.id/business-customers/shell-fleet-card.html