Setiap perusahaan perlu mengelola keuntungan apabila bisnisnya ingin awet hingga jangka panjang. Cara perusahaan mengelola manajemen profit bakal sangat memengaruhi eksistensi usahanya. Pasalnya, perusahaan dituntut terus berkembang dengan sumber daya yang ada.

Di sisi lain, pengelolaan profit yang baik akan menjadi senjata untuk menjaga daya saing dengan kompetitor. Lalu, apa itu manajemen profit dan fungsinya? Bagaimana cara menerapkan manajemen profit di perusahaan? Berikut penjelasannya!

Definisi Manajemen Profit

Manajemen profit adalah strategi mengelola pendapatan atau arus kas masuk perusahaan serta mengelola pengeluaran perusahaan. Upaya tersebut untuk memastikan usaha yang dikelola menghasilkan laba operasi yang bersih.1

Adapun menurut Schipper (1989), manajemen profit adalah sebuah kegiatan intervensi dengan tujuan tertentu dalam proses pelaporan keuangan eksternal demi memeroleh keuntungan.

Sementara Asih dan Gudono (2000) mengartikan manajemen profit sebagai proses yang dilakukan dengan sengaja dalam batasan GAAP (General Adopted Accounting Principle) untuk mengarahkan tingkatan laba yang dilaporkan.2

Dengan manajemen profit, Anda dapat mengetahui cara menghitung profit dan melakukan perbandingan laporan terkait aspek keuangan. Hal tersebut dapat membantu menentukan jumlah keuntungan yang dihasilkan perusahaan Anda. Manajemen profit dapat menilai kinerja sebuah perusahaan.3

Fungsi Manajemen Profit

Memaksimalkan profit adalah ciri khas rata-rata pebisnis maupun perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan harus berpikir keras untuk terus meningkatkan penjualan. Padahal seringkali tak mudah meningkatkan penjualan secara konsisten.

Namun kini ada cara meningkatkan profit perusahaan yang lain di samping menggenjot pemasukan yakni manajemen profit. Dengan pengelolaan laba yang baik, perusahaan bakal memiliki cost improvement dan sejumlah contoh profit lain. Berikut fungsi manajemen profit perusahaan:

Memantau Laba-Rugi

Perusahaan wajib mengetahui laporan laba-rugi terkini dan menyeluruh. Hal itu penting sebagai analisis untuk mengoptimalkan profit perusahaan ke depan. Perusahaan dapat mengurangi produksi barang dengan laba rendah dan fokus pada produk yang lebih menguntungkan.

Mengombinasikan Pengeluaran dengan Laporan Laba-Rugi

Manajemen profit yang dikombinasikan dengan laporan laba-rugi dapat membantu perusahaan menghemat uang pada periode sulit. Selain itu, dapat menjaga daya beli pada bulan-bulan yang kuat sehingga perusahaan dapat berinvestasi untuk pengembangan teknologi, infrastruktur, tenaga kerja dan sebagainya.4

Memberi Analisis Keuangan dari Berbagai Perspektif

Membangun sebuah tim dalam menyusun manajemen profit bakal memberikan perusahaan sejumlah perspektif berbeda. Apalagi jika perusahaan menggandeng mitra atau akuntan publik bersertifikat untuk menghasilkan laporan ketat dan akurat.

Keberadaan tim juga dapat membantu mengembangkan strategi bisnis serta memahami cara meningkatkan atau menghasilkan lebih banyak keuntungan.5

Cara Menerapkan Manajemen Profit

Manajemen profit dapat diterapkan dengan tiga upaya sebagai berikut:6

1. Mengelola Kebijakan Perkiraan Akuntansi 7
Manajemen dapat menerapkan manajemen laba dengan memainkan kebijakan perkiraan akuntansi. Hal itu memberikan peluang manajemen untuk dalam menyusun kebijakan tentang perkiraan biaya garansi, perkiraan jumlah piutang tidak tertagih serta perkiraan terhadap proses pengadilan yang belum terputuskan.


2. Perubahan Metode Akuntansi
Perusahaan dapat mengubah metode akuntansi sehingga dapat menaikkan atau menurunkan laba. Upaya ini memberi peluang manajemen untuk mencatat data dan fakta tertentu dengan cara berbeda.

Misal mengubah metode depresiasi/penyusutan aktiva tetap dari metode jumlah angka tahun (sum of the year digit) ke metode depresiasi garis lurus (straight line) dan mengubah periode depresiasi.


3. Menggeser Periode Biaya atau Pendapatan8
Manajemen dapat menggeser periode biaya atau pendapatan dengan cara mempercepat atau menunda pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sampai periode akuntansi berikutnya.

Kedua, manajemen dapat mempercepat atau menunda pengeluaran promosi sampai periode berikutnya Ketiga, manajemen dapat bekerjasama dengan vendor untuk mempercepat atau menunda pengiriman tagihan sampai periode akuntansi berikutnya.

Keempat, menjual investasi sekuritas untuk memanipulasi tingkat laba. Terakhir, manajemen dapat mengatur saat penjualan aktiva tetap yang sudah tidak terpakai.


4. Menggunakan Sistem Manajemen Terpadu
Sistem manajemen terpadu memungkinkan perusahaan mengatur berbagai aktivitas operasional dengan jelas, efektif, dan terintegrasi. Salah satu contoh sistem tersebut adalah fleet management dari Shell. Shell memiliki Shell Fleet Card, yang memungkinkan perusahaan bisa melakukan manajemen armada dengan efektif.

Shell Fleet Card mendukung perusahaan untuk lebih mudah mengatur budget bahan bakar, cost reduction armada, dan analisa biaya armada. Dengan begini, perusahaan Anda akan lebih mampu mengurangi waktu administrasi, mengurangi kelalaian pegawai, dan melakukan praktik manajemen dengan lebih aman serta mudah.

Shell Fleet Card memungkinkan perusahaan Anda melakukan cost management dan manajemen profit. Karenanya, Anda bisa mengakses informasi dan mempelajari Shell Fleet Card melalui laman resmi Shell Indonesia.

Baca Artikel Terbaru Kami

Bagaimana Cara Kerja RFID & Apa Saja Jenisnya?

Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) bisa meningkatkan performa perusahaan manufaktur. Berikut penjelasannya!

5 Cara Tepat Menghitung Efisiensi Bahan Bakar Kendaraan Operasional

Efisiensi bahan bakar adalah kemampuan menggunakan bahan bakar agar tidak menghabiskan banyak biaya. Cek cara dan rumus menghitung konsumsi bahan bakar di sini.

5 Manfaat Real Time Monitoring pada Bisnis Anda

Real Time Monitoring jadi cara efisien memantau operasional. Shell Fleet Card jadi implementasi Real Time Monitoring yang bermanfaat untuk bisnis Anda.

Memahami Asset Tracking dan Manfaat Penerapannya

Asset tracking adalah salah satu metode yang digunakan untuk menelusuri aktiva tetap atau aset fisik. Apa manfaatnya?